Senyawa utama dalam buah manggis yang bikin para peneliti tertarik — α-mangostin — ada di dalam propolis klanceng.

Bukan karena klanceng makan manggis. Tapi karena forager klanceng mengumpulkan resin dari kulit pohon manggis, membawanya pulang di kaki belakangnya, dan mencampurnya ke dalam bahan bangunan sarang. Dalam proses itu, α-mangostin ikut masuk — dan tersimpan di dinding sarang.

Ini baru ketahuan belakangan. Dan ini hanya awal dari yang ditemukan peneliti di dalam propolis spesies ini.


Cerumen Dulu, Propolis Nanti

Sebelum masuk ke kimianya, ada satu perbedaan yang perlu diluruskan dulu.

Yang klanceng hasilkan bukan propolis murni seperti yang dibuat Apis. Klanceng membuat cerumen — campuran resin tanaman dengan lilin yang mereka produksi sendiri. Dua bahan itu dicampur dalam proporsi tertentu, menghasilkan bahan yang lebih lembut dari propolis Apis, lebih elastis, dan bisa dibentuk ulang.

Cerumen punya dua fungsi sekaligus: bahan bangunan dan pelindung. Dinding sel brood dilapisi cerumen. Pintu masuk sarang disegel cerumen. Celah di kotak ditutup cerumen. Serangga yang berhasil masuk tapi mati di dalam dan terlalu besar untuk dikeluarkan — kumbang kecil, misalnya — dibungkus cerumen rapat-rapat. Tidak dibuang keluar. Tidak bisa dibuang. Tapi karena tersegel, bangkainya tidak membusuk, tidak bau, tidak mencemari sarang. Dia tinggal di sana selamanya — jadi bagian dari dinding. Ini yang disebut mummifikasi: bukan sekadar membungkus, tapi mengubah masalah jadi struktur.

Lebah yang merawat pintu masuk — yang kamu lihat berdiri di sekitar lubang — sebagian tugasnya memperbarui lapisan cerumen di sana. Bukan berjaga, tapi nambahin cerumen.


Kimia yang Tidak Terduga

Propolis Apis mellifera sudah diteliti puluhan tahun. Karakternya sudah dikenal: kaya flavanon dan senyawa bernama CAPE (caffeic acid phenethyl ester). Itulah yang jadi patokan "propolis lebah" di benak kebanyakan orang.

Propolis T. laeviceps lain sama sekali. Bukan versi lebih kuat atau lebih lemah dari propolis Apis — komposisinya memang beda.

Peneliti Thanh (2025) menganalisis propolis T. laeviceps dari Vietnam dan menemukan 9 senyawa utama. Bukan flavanon. Bukan CAPE. Yang dominan adalah xanthon terprenilasi — kelas senyawa yang sama sekali tidak ada di propolis Apis.

Dari 9 senyawa itu:

  • 6 baru pertama kali ditemukan di propolis lebah tak bersengat manapun — bukan hanya T. laeviceps, tapi seluruh famili stingless bee.
  • Dua di antaranya adalah antrakuinon. Satu — emodin — sebelumnya hanya pernah ditemukan di propolis lebah madu dari Siprus dan Yunani. Satunya lagi, 3-geranyloxyemodin, baru pertama kali ditemukan di propolis manapun di seluruh dunia.

Dan di antara tujuh xanthon yang ditemukan: α-mangostin dan γ-mangostin — dua senyawa yang sama dengan yang ada di daging buah manggis.


Klanceng Tidak Mensintesis Ini

Klanceng tidak memproduksi α-mangostin dari dalam tubuhnya.

Senyawa-senyawa ini ada di resin yang dikumpulkan forager dari pohon. Klanceng hanya memilih pohon yang tepat, mengambil getah dari batang atau daunnya, membawanya pulang, dan mencampurnya ke cerumen. Senyawa-senyawa itu milik tanamannya — bukan hasil metabolisme lebahnya.

Ini juga yang menjelaskan kenapa ada variasi geografis yang signifikan: propolis T. laeviceps dari Vietnam dan Thailand menghasilkan profil senyawa yang berbeda, karena pohon-pohon yang tumbuh di sekitar sarang berbeda. Lebah yang sama, tanaman yang berbeda, cerumen yang berbeda.

Di Indonesia, pohon-pohon yang diketahui jadi sumber resin klanceng: mangga, manggis, nangka, sukun, damar, meranti, jengkol. Pohon-pohon ini bukan hanya sumber nektar — batangnya, dahannya, dan pucuk daunnya yang masih lengket adalah sumber bahan bangunan.


Yang Bisa Kamu Lihat dari Luar

Forager pembawa resin kelihatan berbeda dari yang membawa nektar. Yang dari nektar masuk cepat, langsung ke pintu. Yang membawa resin sering terlihat lebih berat di kaki belakang — ada gumpalan kekuningan atau kecoklatan yang menempel.

Kalau kamu melihat lebah yang agak lambat mendarat, kaki belakangnya tampak lebih besar dari biasanya — itu kemungkinan besar resin, bukan pollen. Warna resin lebih gelap dan mengkilap dibanding pollen yang cenderung pucat dan kusam.

Di dalam kotak, cerumen yang baru diletakkan masih lembut dan bisa ditekan. Yang sudah mengeras berubah warna jadi lebih gelap, kadang hampir hitam. Kalau kamu pernah membuka kotak dan mencium aroma seperti terpentin ringan bercampur lilin — itu dari cerumen.


Peneliti menghabiskan puluhan tahun mempelajari propolis Apis. Propolis T. laeviceps baru mulai diteliti serius dalam sepuluh tahun terakhir — dan dari satu studi, satu lokasi di Vietnam, sudah muncul enam senyawa baru.

Berapa lagi yang ada di propolis klanceng dari pohon-pohon Indonesia, dari sarang-sarang yang belum pernah diambil sampelnya — belum ada yang tahu.


Langkah selanjutnya:Manfaat madu klanceng untuk kesehatan — kandungan fenol, aktivitas antimikroba, dan apa yang membedakan madu klanceng dari madu biasa → Indonesia adalah pusat lebah tropis dunia — dan dia sedang terancam — mengapa kekayaan kimia ini bisa hilang sebelum sempat dipetakan